Korban Meninggal Akibat Gempa Sumbar Menjadi 625 orang ( BNPB )
Hingga Selasa (6/10) pukul 09.00 WIB Pusdalops BNPB melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa yang terjadi Rabu (30/09) sebanyak 625 orang, dengan rincian :
Hingga Selasa (6/10) pukul 09.00 WIB Pusdalops BNPB melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa yang terjadi Rabu (30/09) sebanyak 625 orang, dengan rincian :
Kota Padang 248 orang,
Kota Pariaman 37 orang,
Kota Solok 3 orang, Kab.
Padang Pariaman 292 orang,
Kab. Pesisir Selatan 10 orang,
Kab. Agam 32 orang dan Kab.
Pasaman Barat 3 orang.
Data tersebut diperoleh dari Satkorlak PB Prov. Sumbar tanggal 5 Oktober 2009 pukul 20.00 WIB.
Sementara itu korban hilang berjumlah 295 orang, meliputi Kab. Padang Pariaman 237 orang, Kab. Agam 54 orang dan Kota Padang 4 orang. Sejumlah 21 tim SAR yang berasal dari 19 negara telah mengkaji 31 titik reruntuhan bangunan di Kota Padang dan menyatakan sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Untuk itu, kegiatan rescue dialihkan ke sebelah timur, utara, selatan Kota Padang, seperti Kab. Padang Pariaman dan Kab. Agam, yang mana dilaporkan puluhan bahkan ratusan orang hilang atau masih tertimbun longsor pasca gempa. Sedangkan tenaga medis masih akan melanjutkan kegiatan pelayanan kesehatan bagi korban bencana.
BNPB akan mengirimkan bantuan tambahan sesuai dengan kebutuhan dan pemerintah daerah. Kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi bencana saat ini adalah pompa air dan lampu sorot untuk pencarian/evakuasi korban tanah longsor di Kabupaten Pariaman, tenda gulung dan tenda keluarga, selimut, generator dan instalasi penjernih air.
Sumber : Pusdalops BNPB
Sementara itu korban hilang berjumlah 295 orang, meliputi Kab. Padang Pariaman 237 orang, Kab. Agam 54 orang dan Kota Padang 4 orang. Sejumlah 21 tim SAR yang berasal dari 19 negara telah mengkaji 31 titik reruntuhan bangunan di Kota Padang dan menyatakan sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Untuk itu, kegiatan rescue dialihkan ke sebelah timur, utara, selatan Kota Padang, seperti Kab. Padang Pariaman dan Kab. Agam, yang mana dilaporkan puluhan bahkan ratusan orang hilang atau masih tertimbun longsor pasca gempa. Sedangkan tenaga medis masih akan melanjutkan kegiatan pelayanan kesehatan bagi korban bencana.
BNPB akan mengirimkan bantuan tambahan sesuai dengan kebutuhan dan pemerintah daerah. Kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi bencana saat ini adalah pompa air dan lampu sorot untuk pencarian/evakuasi korban tanah longsor di Kabupaten Pariaman, tenda gulung dan tenda keluarga, selimut, generator dan instalasi penjernih air.
Sumber : Pusdalops BNPB
.............................................................................
////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
Sudah seminggu Pasca gempa Sumatera tentunya bantuan sudah berdatangan dari saudara - saudara kita di tanah air bahkan bantuan dari luar negeri, dan diberitakan bantuan sampai overload di Bandara Internasional Minang Kabau dan di alihkan ka Lanud Tabing untuk pengiriman bantuan tersebut.!
Pendistribuasian bantuan yang masih carut marut menambah kesengsaraan buat saudara - saudara kita yang terkena imbas gempa, untuk bertahan mereka mencoba dengan makanan seadanya bahkan sisa - sisa makanan yang dimasak kembali dan mie instant adalah makanan favorit saudara - saudara kita di lokasi gempa.!
untuk Kota Padang evakuasi masih berlanjut untuk mencari korban yang masih tertimbun di reruntuhan gedung - gedung, Kota Pariaman menurut informasi yang saya dapatkan dari teman saya joe ( RADIO DHARA FM ) evakuasi telah selesai dilaksanakan dan di lanjutkan dengan proses rehabilitasi pasca gempa 7,6 SR tersebut. di Kabupaten Padang Pariaman evakuasi masih berlanjut di titik paling parah tim evakuasi dari TNI, POLRI, Basarnas dan relawan masih bekerja namun bantuan belum kunjung tiba untuk saudara - saudara kita.
memang manajemen bencana di negara kita masih kacau dan alur koordinasi sampai level yang paling bawah masih sembraut, sekali lagi memang kita sesali dalam proses pendistribusian bantuan yang belum sampai juga ketangan saudara kita.! apalagi didaerah Padang Pariaman yang di kabarkan beberapa kampung terkubur lonsoran bukit.....! tentunya bantuan sangat diharapakan sekali disana. sementara itu saya melihat di berbagai daerah di Sumaetra Barat atau daerah terdekat dari titik gempa paling parah telah membuka beberapa posko bantuan gempa dan saya berharap bantuan tersebut langsung diantarkan kepada saudara - saudara kita di Padang Pariaman dengan mengirim utusan supaya bantuan itu langsung ke tangan yang membutuhkan tanpa melalui lembaga yang memperumit dan mempersulit jalannya bantuan.
Foto akibat gempa :
apapun yang ada dibumi dan di kehidupan ini kalau DIA berkekehandak maka akan terjadi dan semua mahkota dan harta yang ada ibarat kerupuk yang diremuk....!







0 komentar
Posting Komentar